Hardware dan Software

Hardware(Perangkat keras)

Bagian papan induk (motherboard) dari suatu perangkat keras komputer.

Perangkat keras komputer (bahasa Inggrishardware atau disingkat HW) adalah semua bagian fisik komputer, dan dibedakan dengan data yang berada di dalamnya atau yang beroperasi di dalamnya, dan dibedakan dengan perangkat lunak (software) yang menyediakan instruksi untuk perangkat keras dalam menyelesaikan tugasnya.

Batasan antara perangkat keras dan perangkat lunak akan sedikit buram kalau kita berbicara mengenai firmware, karena firmware ini adalah perangkat lunak yang “dibuat” ke dalam perangkat keras. Firmware ini merupakan wilayah dari bidang ilmu komputer dan teknik komputer, yang jarang dikenal oleh pengguna umum.

Komputer pada umumnya adalah komputer pribadi (bahasa InggrisPersonal Computer atau disingkat PC) dalam bentuk desktop atau menara kotak yang terdiri dari bagian berikut:

Sebagai tambahan, perangkat keras dapat memasukan komponen luar lainnya. Di bawah ini merupakan komponen standar atau yang umum digunakan.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_keras

Software(Perangkat lunak)

Perangkat lunak atau peranti lunak (bahasa Inggrissoftware) adalah istilah khusus untuk data yang diformat, dan disimpan secara digital, termasuk program komputer, dokumentasinya, dan berbagai informasi yang bisa dibaca, dan ditulis oleh komputer. Dengan kata lain, bagian sistem komputer yang tidak berwujud. Istilah ini menonjolkan perbedaan dengan perangkat keras komputer.[1][2][3]

Pembuatan perangkat lunak itu sendiri memerlukan “bahasa pemrograman” yang ditulis oleh seorang pemrogram untuk selanjutnya dikompilasi dengan aplikasi kompiler sehingga menjadi kode yang bisa dikenali oleh mesin hardware. Perangkat lunak seperti Windows atau Linux bisa disebut sebagai nyawa dari komputer, di mana tanpa diinstal sistem operasi tersebut maka komputer tidak dapat dijalankan. Perangkat lunak sistem operasi biasanya tersimpan di partisi C sehingga saat komputer mengalami masalah, partisi C yang terkena imbas. Perangkat lunak lain juga tersimpan di partisi C yang apabila komponen tidak lagi berjalan maksimal dapat diuninstal dan diinstal ulang. Data-data lain lebih baik disimpan di partisi D sehingga saat software terkena virus atau tidak berjalan normal kembali maka dapat diinstal ulang dan data penting dapat diselamatkan.

Di bawah ini ada beberapa contoh macam perangkat lunak, yaitu:

nama tidak sah; misalnya, terlalu banyak

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Perangkat_lunak

Gambar Perangkat keras

Hasil gambar untuk gambar dvd rom
DVD ROM

Hasil gambar untuk Gambar mouse
Mouse
Hasil gambar untuk speaker
Speaker
Hasil gambar untuk hardisk
Hardisk Internal

Gambar Perangkat lunak

Gambar
Microsoft Power Point
Gambar

Windows Internet Explorer
Gambar

 Microsoft Acces

Tinggalkan komentar